Recent Blog post

Qadarullah,saya merupakan guru pada salah satu sekolah dasar di kota tanpa cerobong asap yakni SD Negeri 5 Parepare, provinsi Sulawesi Selatan.Saya lahir di kota Makassar dengan keluarga besar bukan dari kalangan pendidik namun saya sangat antusias berkecimpung di dunia pendidikan dan sangat bersemangat untuk selalu menjadi seorang pembelajar serta membagi pengetahuan yang saya miliki kepada peserta didik dengan menyenangkan agar materi yang tersampaikan dapat diserap dengan baik oleh peserta didik. Di zaman yang serba canggih ini, saat teknologi semakin merebak dimana-mana hingga kemana-mana. Penggunaan teknologi yang tak lagi mengenal batas waktu dan usia, kebutuhan manusia akan yang namanya teknologi ini bahkan akhirnya bisa mengalahkan kebutuhan manusia akan makanan dan istirahat. Makan bisa dilupakan bahkan bisa dilakukan bersamaan dengan penggunaan teknologi. Jika sebelum tidur kita melafalkan doa tidur dulu,di jaman sekarang malah nge-medsos dulu sebelum tidur. Perkembnagan teknologipu berlagsung di dunia pendidikan,jika dulunya guru menjelaskan materi pembelajaran hanya bermodalkan papan tulis dan spidol, di jaman now semakin berkembang. Ada laptop ataupun notebook sebagai alat/media pembelajaran. Kalau dulu monoton mengajar hanya menyajikan tulisan-tulisan berwarna hitam di whiteboard,sekarang materi bisa tersajikan dalam bentuk gambar,tulisan yang cantik, audio, bahkan video. Semua itu bisa dilakukan dengan aplikasi cerdas yaitu teknologi. Bagi saya, orang cerdas adalah orang yang mampu memanfaatkan segala fasilitas dengan cara positif. Maka sebagai guru, pemanfaatan teknologi dalam membuat bahan ajar berbasis video animasi merupakan cara cerdas yang akan menunjang pelaksanaan pembelajaran yang menyenangkan. Agar tak tergantikan oleh teknologi maka guru harus memiliki kompetensi di bidang IT dan bersyukurlah saya sebagai seorang guru berkesempatan bertemu dengan orang-orang yang sevisi dalam “Komunitasguru.id”, bersama guru-guru seantero nusantara,meskipun pertemuan kami hanyalah sebatas dunia maya namun itu tak membendung keingintahuan kami tentang IT. Berkesempatan berada dalam komunitas ini membuatku semakin tergerak untuk menjadikan proses pembelajaran di kelas benar-benar memanfaatkan teknologi yang ada sekaligus mempositifkan pemanfaatan teknologi tersebut.Terima kasih sebesar-besarnya kepada komunitasguru.id yang telah memberikan saya kesempatan untuk dapat mengupgrade ilmu dan pengetahuan tentang perkembangan terkini di dunia pendidikan.

Motivasi Mengikuti Diklat Online Komunitasguru.id Dalam Materi Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Video Animasi

By : Rhani Mahrani
Kamis, 17 Oktober 2019
0
Renungan untuk Meningkatkan Kualitas Akhlak dengan teladan pada Sahabat Nabi Muhammad SAW, sehingga bisa menumbuhkan kecintaan kita kepada mereka, dan akhirnya kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Percik Kisah Sahabat Nabi SAW Uqbah bin Amr al Badri RA (Abu Mas’ud al Badri) Uqbah bin Amr adalah seorang sahabat Anshar yang cukup banyak meriwayatkan hadits Nabi SAW. Ia juga sangat dikenal dengan nama kunyahnya Abu Mas’ud al Badri, karena memang termasuk salah seorang sahabat ahli Badar, yang di dalam Al Qur’an dijamin keselamatannya di alam akhirat kelak. Namun demikian Abu Mas’ud pernah mengalami suatu peristiwa yang hampir mencelakakannya di akhirat, bahkan mungkin bisa membatalkan jaminan keselamatannya sebagai ahli Badar, hanya karena ia tidak mampu menahan amarahnya. Suatu ketika salah seorang budaknya berbuat suatu kesalahan yang memancing kemarahan dirinya. Begitu marahnya sehingga ia mencambuk sang budak tersebut. Saat ia sedang melakukan “hukuman” itu, terdengar suara di arah belakangnya, “Ketahuilah wahai Abu Mas’ud…” Suara itu tidak terlalu jelas karena memang dari kejauhan, dan ia belum bisa mengenali siapa yang berbicara tersebut. Ia masih saja mencambuk budaknya akibat hawa kemarahan yang meliputi dirinya. Tetapi ketika seruan yang sama makin jelas di belakangnya karena memang telah dekat, ia mengenalinya sebagai suara Rasulullah SAW. Ia berbalik menghadap beliau, dan Nabi SAW bersabda lagi, “Ketahuilah wahai Abu Mas’ud, sesungguhnya Allah lebih kuasa untuk menyiksa kamu, daripada siksaanmu kepada budakmu itu…!!” Abu Mas’ud gemetar ketakutan mendengar sabda Nabi SAW tersebut, begitu takutnya sampai cambuknya terjatuh tanpa disadarinya, dan ia berkata, “Saya tidak akan pernah memukul seorang budak setelah ini selama-lamanya!!” Tampak ucapannya tersebut belum meredakan ekspresi ketidak-sukaan Rasulullah SAW atas apa yang dilakukannya. Karena itu ia berkata lagi, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya budak ini merdeka karena Allah..!!” Mendengar ucapannya itu, tampak ekpresi kelegaan di wajah Nabi SAW, kemudian beliau bersabda, “Seandainya engkau tidak segera memerdekakannya (budak tersebut), niscaya kamu akan disiksa atau dibakar oleh api neraka!!. Inilah salah satu bentuk kasih sayang Nabi SAW terhadap umatnya, khususnya kepada Abu Mas’ud. Beliau tidak ingin seorang sahabat ahli Badar seperti dirinya harus “mencicipi” panasnya api neraka untuk sekedar menebus kedzaliman yang dilakukannya, walaupun akhirnya tetap saja ia akan masuk surga. Suatu ketika ia datang kepada Nabi SAW meminta untuk ditunjukkan jalan keselamatan, maka beliau bersabda, "Jagalah lidahmu, dan tinggallah di rumah sambil menangis menyesali dosa-dosamu."

Percik Kisah Sahabat Nabi SAW

By : Rhani Mahrani
Senin, 23 September 2019
0
Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan orang yang mula-mula masuk Islam. Ia juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga dan termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al-Khathab. Di samping itu, ia adalah seorang mufti yang dipercayai Rasulullah berfatwa di Madinah selama beliau masih hidup. Pada masa Jahiliyah, ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Ia memeluk Islam sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Ia mendapatkan hidayah dari Allah dua hari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq memeluk Islam. Seperti kaum Muslimin yang pertama-tama masuk Islam lainnya, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraiys. Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat diizinkan Allah hijrah ke Madinah, Abdurrahman menjadi pelopor kaum Muslimin. Di kota yang dulu bernama Yatsrib ini, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Anshar. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi Al-Anshari. Sa'ad termasuk orang kaya diantara penduduk Madinah, ia berniat membantu saudaranya dengan sepenuh hati, namun Abdurrahman menolak. Ia hanya berkata, "Tunjukkanlah padaku di mana letak pasar di kota ini!" Sa'ad kemudian menunjukkan padanya di mana letak pasar. Maka mulailah Abdurrahman berniaga di sana. Belum lama menjalankan bisnisnya, ia berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk mahar nikah. Ia pun mendatangi Rasulullah seraya berkata, "Saya ingin menikah, ya Rasulullah," katanya. "Apa mahar yang akan kau berikan pada istrimu?" tanya Rasul SAW. "Emas seberat biji kurma," jawabnya. Rasulullah bersabda, "Laksanakanlah walimah (kenduri), walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu." Sejak itulah kehidupan Abdurrahman menjadi makmur. Seandainya ia mendapatkan sebongkah batu, maka di bawahnya terdapat emas dan perak. Begitu besar berkah yang diberikan Allah kepadanya sampai ia dijuluki 'Sahabat Bertangan Emas'. Pada saat Perang Badar meletus, Abdurrahman bin Auf turut berjihad fi sabilillah. Dalam perang itu ia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka'ab At-Taimy. Begitu juga dalam Perang Uhud, dia tetap bertahan di samping Rasulullah ketika tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang. Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang dikenal paling kaya dan dermawan. Ia tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk jihad di jalan Allah. Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memenuhi seruan Nabi SAW. Ia memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Mengetahui hal tersebut, Umar bin Al-Khathab berbisik kepada Rasulullah, "Sepertinya Abdurrahman berdosa karena tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya." Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman, "Apakah kau meninggalkan uang belanja untuk istrimu?" "Ya," jawabnya. "Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang kusumbangkan." "Berapa?" tanya Rasulullah. "Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah." Pasukan Muslimin berangkat ke Tabuk. Dalam kesempatan inilah Allah memuliakan Abdurrahman dengan kemuliaan yang belum pernah diperoleh siapa pun. Ketika waktu shalat tiba, Rasulullah terlambat datang. Maka Abdurrahman bin Auf yang menjadi imam shalat berjamaah. Setelah hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba, lalu shalat di belakangnya dan mengikuti sebagai makmum. Sungguh tak ada yang lebih mulia dan utama daripada menjadi imam bagi pemimpin umat dan pemimpin para nabi, yaitu Muhammad SAW. Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu mulia itu bila mereka bepergian. Suatu ketika Abdurrahman bin Auf membeli sebidang tanah dan membagi-bagikannya kepada Bani Zuhrah, dan kepada Ummahatul Mukminin. Ketika jatah Aisyah ra disampaikan kepadanya, ia bertanya, "Siapa yang menghadiahkan tanah itu buatku?" "Abdurrahman bin Auf," jawab si petugas. Aisyah berkata, "Rasulullah pernah bersabda, 'Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku kecuali orang-orang yang sabar." Begitulah, doa Rasulullah bagi Abdurrahman bin Auf terkabulkan. Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya, sehingga ia menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Bisnisnya terus berkembang dan maju. Semakin banyak keuntungan yang ia peroleh semakin besar pula kedermawanannya. Hartanya dinafkahkan di jalan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Walau termasuk konglomerat terbesar pada masanya, namun itu tidak memengaruhi jiwanya yang dipenuhi iman dan takwa. Berbahagialah Abdurrahman bin Auf dengan limpahan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Ketika meninggal dunia, jenazahnya diiringi oleh para sahabat mulia seperti Sa'ad bin Abi Waqqash dan yang lain. Dalam kata sambutannya, Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, "Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu merahmatimu." Amin.

Abdurrahman Bin Auf “Manusia Bertangan Emas”

By : Rhani Mahrani 0
Kisah ini berlaku pada Rasulullah S.A.W. sebelum baginda wafat. Rasulullah S.A.W. telah jatuh sakit yang agak panjang waktunya. Hinggakan baginda tidak dapat berjemaah dengan para sahabat di masjid. Maka pada suatu hari, Rasulullah S.A.W. meminta beberapa orang sahabat membawanya ke masjid. Di dudukkan atas mimbar, lalu baginda meminta Bilal memanggil semua para sahabat datang ke masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah masjid dengan para sahabat. Semuanya rasa terubat rindu setelah agak lama tidak dapat melihat Rasulullah S.A.W. Lalu Rasulullah S.A.W. mula berkata: "Wahai sahabat-sahabatku semua! Aku ingin tanya pada kamu semua.... apakah telah aku sampaikan kepada kamu semua, bahawa sesungguhnya Allah S.W.T. itu adalah Tuhan yang layak di sembah?" Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar! Engkau telah sampaikan kepada kami bahawa sesungguhnya Allah S.W.T. adalah Tuhan yang layak di sembah". Rasulullah S.A.W. berkata: "Persaksikanlah ya Allah! Sesungguhnya aku telah sampaikan amanah ini kepada mereka". Kemudian baginda berkata lagi.......dan setiap apa yang baginda perkatakan , akan dibenarkan oleh semua para sahabat. Akhirnya sampailah kepada satu topik yang menjadikan para sahabat agak sedih dan terharu.... Rasulullah S.A.W. berkata: "Sesungguhnya! Aku akan pergi bertemu Tuhan.......dan sebelum aku pergi, aku ingin selesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kamu semua...... siapakah di kalangan kamu yang aku ada hutang dengannya.....sila bangun.....aku ingin selesaikan hutang tersebut. Kerana aku tidak mahu bertemu Tuhan dalam keadaan ada hutang dengan manusia". Ketika itu semua sahabat diam.............sedang dalam hati masing-masing berkata "Mana ada Rasullullah S.A.W. berhutang dengan kami..........sebenarnya kamilah yang banyak berhutang dengan baginda". Rasulullah S.A.W. mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali. Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama Akasyah. lalu dia berkata: "Ya Rasulullah! Aku ingin ceritakan dulu perkara ini. Andai ianya dikira hutang, maka aku minta kau jelaskan. Andainya ianya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa" . Rasulullah S.A.W. berkata: "Ceritakanlah wahai Akasyah". Maka Akasyah pun mula bercerita: "Aku masih ingat lagi ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau tunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda. Tetapi cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda,...yang sebenarnya cemeti itu terkena pada dadaku kerana ketika itu aku berdiri di sebelah belakang kuda yang engkau tunggang wahai Rasulullah". Mendengar yang demikian, terus Rasulullah S.A.W. berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Akasyah! kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama". Dengan suara yang agak tinggi, Akasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah!". Akasyah seakan-akan tidak rasa bersalah bila mengatakan yang demikian. Sedangkan ketika itu sebahagian sahabat berteriak memarahi Akasyah.... "Sesungguhnya engkau tidak berhati perut wahai Akasyah! .....bukankah Baginda sedang sakit!" Akasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah S.A.W. meminta Bilal mengambil cemeti tersebut di rumah anaknya Fatimah. Bila Bilal meminta cemeti tersebut dari Fatimah, maka Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cemeti ini wahai Bilal?". Bilal menjawab dengan nada sedih : "cemeti ini akan digunakan oleh Akasyah untuk memukul Rasulullah". Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata: "Kenapa Akasyah hendak pukul ayahku Rasulullah!......ayahku sedang sakit........kalau mau pukul, pukullah aku ini anaknya". Bilal menjawab: " Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua ". Bilal membawa cemeti tersebut ke masjid lalu diberikan kepada Akasyah. Setelah mengambil cemeti, Akasyah mara ke hadapan menuju mimbar. Tiba-tiba bangun Abu bakar menghalang Akasyah sambil berkata: "Wahai Akasyah! kalau kamu hendak pukul, pukullah aku....... aku orang yang mula-mula beriman dengan apa yang Rasulullah S.A.W. sampaikan. Akulah temannya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak pukul, maka pukullah aku". Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: " Duduklah kamu wahai Abu bakar!....ini bukan urusan kamu. Ini antara aku dengan Akasyah". Akasyah mara lagi ke hadapan...... lalu bangun pula Umar menghalang Akasyah seraya berkata: "Akasyah! kalau engkau hendak pukul, pukullah aku....... Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu......... Sekarang jangan ada sesiapa yang berani menyakiti Muhammad. Kalau engkau mau sakiti dia, maka sakitilah aku dulu....". Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Umar! Ini urusan antara aku dengan Akasyah". Akasyah mara lagi ke hadapan....... tiba-tiba bangun pula Ali bin Abu Talib sepupu Rasulullah S.A.W. Dia menghalang Akasyah seraya berkata: "Akasyah! pukullah aku wahai Akasyah. Darah yang sama ada pada tubuh aku ini wahai Akasyah". Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Ali! ini urusan antara aku dengan Akasyah" Akasyah mara lagi ke hadapan...... tiba-tiba tanpa di sangka, bangunlah dua orang cucu kesayangan Rasulullah S.A.W. iaitu Hassan dan Husin. Mereka berdua merayu dan meronta. "Wahai paman! pukullah kami wahai pamann..........kakek kami sedang sakit........pukullah kami wahai paman.....sesungguhnya kami ini adalah cucu kesayangan Baginda...........pukullah kami wahai paman". Lalu Rasulullah S.A.W berkata: "Wahai cucu-cucu kesayanganku! duduklah kamu. Ini urusan aku dengan Akasyah". Bila sampai di tangga mimbar, dengan tegasnya Akasyah berkata: "Macam mana aku hendak pukul engkau ya Rasulullah! Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau hendak aku pukul engkau, maka turunlah ke bawah sini". Rasulullah S.A.W. memang seorang insan yang baik. Baginda meminta beberapa orang sahabat memapahnya ke bawah. Baginda didudukkan pada sebuah kerusi, lalu dengan suara tegas Akasyah berkata lagi: "Semasa engkau pukul aku dulu, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah". Tanpa berlengah, dalam keadaan lemah......Rasulullah membuka baju. Lalu kelihatanlah tubuh Baginda yang sungguh indah, sedang beberapa ketul batu terikat di perut Baginda.....ini menandakan Baginda sedang menahan kelaparan. Lalu Rasulullah S.A.W. berkata: "Wahai Akasyah! bersegeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Tuhan akan murka pada kamu". Akasyah terus menghampiri Rasulullah S.A.W........lalu mula untuk menghayunkan tangan yang memegang cemeti untuk di pukulkan ke tubuh Rasulullah S.A.W. Rupa-rupanya sambil Akasyah menghayun cemeti, sambil itu juga dia membalingkan cemeti ke arah lain.....dan sambil itu juga dia terus memeluk tubuh Rasulullah S.A.W. seerat-eratnya. Sambil berteriak menangis, Akasyah berkata: "Ya Rasulullah, ampunkanlah aku......maafkanlah aku......mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah........sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu.......kerana sesungguhnya aku tahu bahawa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sesungguhnya aku takut dengan api neraka........maafkanlah aku ya Rasulullah". Rasulullah S.A.W. dalam keadaan penuh hiba lalu berkata: "Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kamu ingin melihat ahli syurga, maka lihatlah kepada Akasyah". Semua sahabat tidak dapat menghalang titisan air mata yang mencurah di pipi masing-masing. Sambil itu semua para sahabat beramai-ramai memeluk Rasulullah S.A.W.

KISAH SEORANG LELAKI YANG INGIN MEMUKUL RASULULLAH S.A.W.

By : Rhani Mahrani 0
Dalam kitab “Misykatul Anwar” disebutkan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta. Riwayat lain mengatakan, kekayaan Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak. Suatu jumlah yang menurut orang di zamannya adalah tergolong milliuner. Ketika pada suatu hari, Ibrahim ditanya oleh seseorang “milik siapa ternak sebanyak ini?” maka dijawabnya: “Kepunyaan Allah, tapi kini masih milikku. Sewaktu-waktu bila Allah menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan juga.” Ibnu Katsir dalam tafsir Al-Qur’anul ‘adzim mengemukakan bahwa, pernyataan Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan anaknya jika dikehendaki oleh Allah itulah yang kemudian dijadikan bahan ujian, yaitu Allah menguji iman dan taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu masih berusia 7 tahun. Anak yang elok rupawan, sehat lagi cekatan ini, supaya dikorbankan dan disembelih dengan menggunakan tangannya sendiri. Sungguh sangat mengerikan! Peristiwa spektakuler itu dinyatakan dalam Al-Qur’an: قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ Artinya: Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Aa-saffat: 102) Ketika keduanya siap untuk melaksanakan perintah Allah, datanglah setan sambil berkata, “Ibrahim, kamu orang tua macam apa kata orang nanti, anak saja disembelih?” “Apa kata orang nanti?” “Apa tidak malu? Tega sekali, anak satu-satunya disembeli!” “Coba lihat, anaknya lincah seperti itu!” “Anaknya pintar lagi, enak dipandang, anaknya patuh seperti itu kok dipotong!” “Tidak punya lagi nanti setelah itu, tidak punya lagi yang seperti itu! Belum tentu nanti ada lagi seperti dia.” Nabi Ibrahim sudah mempunya tekat. Ia mengambil batu lalu mengucapkan, “Bismillahi Allahu akbar.” Batu itu dilempar. Akhirnya seluruh jamaah haji sekarang mengikuti apa yang dulu dilakukan oleh Nabi Ibrahim ini di dalam mengusir setan dengan melempar batu sambil mengatakan, “Bismillahi Allahu akbar”. Dan hal ini kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar jumrah. Ketika sang ayah belum juga mengayunkan pisau di leher putranya. Ismail mengira ayahnya ragu, seraya ia melepaskan tali pengikat tali dan tangannya, agar tidak muncul suatu kesan atau image dalam sejarah bahwa sang anak menurut untuk dibaringkan karena dipaksa ia meminta ayahnya mengayunkan pisau sambil berpaling, supaya tidak melihat wajahnya. Nabi Ibrahim memantapkan niatnya. Nabi Ismail pasrah bulat-bulat, seperti ayahnya yang telah tawakkal. Sedetik setelah pisau nyaris digerakkan, tiba-tiba Allah berseru dengan firmannya, menyuruh menghentikan perbuatannya tidak usah diteruskan pengorbanan terhadap anaknya. Allah telah meridhoi kedua ayah dan anak memasrahkan tawakkal mereka. Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 107-110: وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ “Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ “Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.” سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ “Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.” كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ “Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” Menyaksikan tragedi penyembelihan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah umat manusia itu, Malaikat Jibril kagum, seraya terlontar darinya suatu ungkapan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Nabi Ibrahim menjawab “Laailaha illahu Allahu Akbar.” Yang kemudian dismbung oleh Nabi Ismail “Allahu Akbar Walillahil Hamdu.’ Pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang paling besar dalam sejarah umat umat manusia itu membuat Ibrahim menjadi seorang Nabi dan Rasul yang besar, dan mempunyai arti besar. Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail diatas, bagi kita harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang mengandung pembelajaran paling tidak pada tiga hal; Pertama, ketakwaan. Pengertian taqwa terkait dengan ketaatan seorang hamba pada Sang Khalik dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya. Koridor agama (Islam) mengemas kehidupan secara harmoni seperti halnya kehidupan dunia-akherat. Bahwa mereaih kehidupan baik (hasanah) di akhierat kelak perlu melalui kehidupan di dunia yang merupakan ladang untuk memperbanyak kebajikan dan memohon ridho Nya agar tercapai kehidupan dunia dan akherat yang hasanah. Sehingga kehidupan di dunia tidak terpisah dari upaya meraih kehidupan hasanah di akherat nanti. Tingkat ketakwaan seseorang dengan demikian dapat diukur dari kepeduliannya terhadap sesamanya. Contoh seorang wakil rakyat yang memiliki tingkat ketakwaan yang tinggi tentu tidak akan memanfaatkan wewenang yang dimiliki untuk memperkaya dirinya sendiri bahkan orang seperti ini akan merasa malu jika kehiudpannya lebih mewah dari pada rakyat yang diwakilinya. Kesiapsediaan Ibrahim untuk menyembelih anak kesayangannya atas perintah Allah menandakan tingginya tingkat ketakwaan Nabi Ibrahim, sehingga tidak terjerumus dalam kehidupan hedonis sesaat yang sesat. Lalu dengan kuasa Allah ternyata yang disembelih bukan Ismail melainkan domba. Peristiwa ini pun mencerminkan Islam sangat menghargai nyawa dan kehidupan manusia, Islam menjunjung tinggi peradaban manusia. Kedua, hubungan antar manusia. Ibadah-ibadah umat Islam yang diperintahkan Tuhan senantiasa mengandung dua aspek tak terpisahkan yakni kaitannya dengan hubungan kepada Allah (hablumminnalah) dan hubungan dengan sesama manusia atau hablumminannas. Ajaran Islam sangat memerhatikan solidaritas sosial dan mengejawantahkan sikap kepekaan sosialnya melalui media ritual tersebut. Saat kita berpuasa tentu merasakan bagaimana susahnya hidup seorang dhua’afa yang memenuhi kebutuhan poangannya sehari-hari saja sulit. Lalu dengan menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada kaum tak berpunya itu merupakan salah satu bentuk kepedualian sosial seoarng muslim kepada sesamanya yang tidak mampu. Kehidupan saling tolong menolong dan gotong royong dalam kebaikan merupakan ciri khas ajaran Islam. Hikmah yang dapat dipetik dalam konteks ini adalah seorang Muslim diingatkan untuk siap sedia berkurban demi kebahagiaan orang lain khususnya mereka yang kurang beruntung, waspada atas godaan dunia agar tidak terjerembab perilaku tidak terpuji seperti keserakahan, mementingkan diri sendiri, dan kelalaian dalam beribadah kepada sang Pencipta. Ketiga, peningkatan kualitas diri. Hikmah ketiga dari ritual keagaamaan ini adalah memperkukuh empati, kesadaran diri, pengendalian dan pengelolaan diri yang merupakan cikal bakal akhlak terpuji seorang Muslim. Akhlak terpuji dicontohkan Nabi seperti membantu sesama manusia dalam kebaikan, kebajikan, memuliakan tamu, mementingkani orang lain (altruism) dan senantiasa sigap dalam menjalankan segala perintah agama dan menjauhi hal-hal yang dilarang. Dalam Al Quran disebutkan bahwa Nabi Muhammad memiliki akhlak yang agung (QS Al-Qalam: 4). Dalam Islam kedudukan akhlak sangat penting merupakan “buah” dari pohon Islam berakarkan akidah dan berdaun syari”ah. Segala aktivitas manusia tidak terlepas dari sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku manusia. Sebaliknya, akhlak tercela dipastikan berasal dari orang yang bermasalah dalam keimanan merupakan manisfestasi dari sifat-sifat syetan dan iblis. Dari sejarahnya itu, maka lahirlah kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam seluruh dunia, dengan air zam-zam yang tidak pernah kering, sejak ribuan tahunan yang silam, sekalipun tiap harinya dikuras berjuta liter, sebagai tonggak jasa seorang wanita yang paling sabar dan tabah yaitu Siti Hajar dan putranya Nabi Ismail. Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan shalat Idul Adha, bahwa hakikat manusia adalah sama. Yang membedakan hanyalah taqwanya. Dan bagi yang menunaikan ibadah haji, pada waktu wukuf di Arafah memberi gambaran bahwa kelak manusia akan dikumpulkan dipadang mahsyar untuk dimintai pertanggung jawaban.

SEJARAH DAN HIKMAH IDUL ADHA

By : Rhani Mahrani
Sabtu, 10 Agustus 2019
0
Di zaman yang serba canggih ini, saat teknologi semakin merabak dimana-mana hingga kemana-mana. Penggunaan teknologi yang tak lagi mengenal batas waktu dan usia. Kebutuhan manusia akan yang namanya teknologi ini bahkan mengalahkan kebutuhan manusia akan makanan dan istirahat. Makan bisa dilupakan bahkan bisa dilakukan bersamaan dengan penggunaan teknologi. Jika sebelum tidur kita melafalkan doa tidur dulu,di jaman sekarang malah nge-medsos dulu sebelum tidur. Jika dulunya guru menjelaskan materi pembelajaran hanya bermodalkan papan tulis dan spidol, di jaman now semakin berkembang. Ada laptop ataupun notebook sebagai alat/media pembelajaran. Kalau dulu monoton mengajar hanya menyajikan tulisan-tulisan berwarna hitam di whiteboard,sekarang materi bisa tersajikan dalam bentuk gambar,tulisan yang cantik, audio, bahkan video. Semua itu bisa dilakukan dengan bantuan teknologi. Bagi saya, orang cerdas adalah orang yang mampu memanfaatkan segala fasilitas dengan cara positif. Maka sebagai guru, pemanfaatan teknologi dalam membuat multimedia interaktif merupakan cara cerdas yang akan menunjang pelaksanaan pembelajaran yang menyenangkan. Agar tak tergantikan oleh teknologi maka guru harus memiliki kompetensi di bidang ICT. dan bersyukurlah saya sebagai seorang guru berkesempatan bertemu dengan orang-orang yang sevisi dalam “Komunitas Guru Masa Depan”, bersama guru-guru seantero nusantara,meskipun pertemuan kami hanyalah sebatas dunia maya namun itu tak membendung keingintahuan kami tentang ICT dalam diklat yang difasilitasi oleh mentor yang berkompeten. Program Training Of Coach (TOC)"Optimalisasi liveboard sebagai media pembelajaran dan diskusi daring" merupakan diklat kedua yang saya ikuti secara online dan sangat bermanfaat dalam mengupgrade ilmu yang kita miliki. Program ini dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan dan Balai Insan Cendekia bekerjasama dengan komunitas guru masa depan yang dimulai sejak tanggal 23 sampai dengan 31 Agustus 2018. Sejak bergabung dengan “Komunitas Guru Masa Depan” ternyata banyak hal lain yang ada dari teknologi yang selama ini menemani keseharian kita. Gadget yang biasanya hanya dipergunakan sebagai alat komunikasi terutama di sosial media ternyata bisa cukup bermanfaat sebagai media pembelajaran di kelas. begitu banyak aplikasi yang bisa dipergunakan dalam rangka menunjang proses pembelajaran.Sebagai salah satu contoh adalah penggunaan liveboard dalam media pembelajaran dan sungguh luar biasa antusiasme siswa setelah berkenalan dengan aplikasi liveboard ini, setiap hari ada saja yang nge-chat minta pembelajaran via liveboard. Berkesempatan berada dalam komunitas ini membuatku semakin tergerak untuk menjadikan proses pembelajaran di kelas benar-benar memanfaatkan teknologi yang ada sekaligus mempositifkan pemanfaatan teknologi tersebut.Oleh sebab itu, sebagai rekan sesama guru, mari kita mengupgrade ilmu kita dengan bergabung bersama Lembaga Pendidikan dan Balai Insan Cendekia dan Komunitas Guru Masa depan. bersama mereka kita akan menjadi guru masa depan bangsa. InsyaAllah.Tak lupa pula saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada pihak penyelenggara telah berkenan membagikan ilmunya sehingga saya semakin ingin mengembangkan diri menjadi guru yang bisa memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.

ASYIKNYA NGE-LIVEBOARD BERSAMA PUTRA-PUTRI BANGSAKU

By : Rhani Mahrani
Jumat, 31 Agustus 2018
0
Di zaman yang serba canggih ini, saat teknologi semakin merabak dimana-mana hingga kemana-mana. Penggunaan teknologi yang tak lagi mengenal batas waktu dan usia. Kebutuhan manusia akan yang namanya teknologi ini bahkan mengalahkan kebutuhan manusia akan makanan dan istirahat. Makan bisa dilupakan bahkan bisa dilakukan bersamaan dengan penggunaan teknologi. Jika sebelum tidur kita melafalkan doa tidur dulu,di jaman sekarang malah nge-medsos dulu sebelum tidur. Jika dulunya guru menjelaskan materi pembelajaran hanya bermodalkan papan tulis dan spidol, di jaman now semakin berkembang. Ada laptop ataupun notebook sebagai alat/media pembelajaran. Kalau dulu monoton mengajar hanya menyajikan tulisan-tulisan berwarna hitam di whiteboard,sekarang materi bisa tersajikan dalam bentuk gambar,tulisan yang cantik, audio, bahkan video. Semua itu bisa dilakukan dengan bantuan teknologi. Bagi saya, orang cerdas adalah orang yang mampu memanfaatkan segala fasilitas dengan cara positif. Maka sebagai guru, pemanfaatan teknologi dalam membuat multimedia interaktif merupakan cara cerdas yang akan menunjang pelaksanaan pembelajaran yang menyenangkan. Agar tak tergantikan oleh teknologi maka guru harus memiliki kompetensi di bidang ICT dan bersyukurlah saya sebagai seorang guru berkesempatan bertemu dengan orang-orang yang sevisi dalam “Komunitas Guru Masa Depan”, bersama guru-guru seantero nusantara,meskipun pertemuan kami hanyalah sebatas dunia maya namun itu tak membendung keingintahuan kami tentang ICT. Sejak bergabung dengan “Komunitas Guru Masa Depan” ternyata banyak hal lain yang ada dari teknologi yang selama ini menemani keseharian kita. Gadget yang biasanya hanya dipergunakan sebagai alat komunikasi terutama di sosial media ternyata bisa cukup bermanfaat sebagai media pembelajaran di kelas. begitu banyak aplikasi yang bisa dipergunakan dalam rangka menunjang proses pembelajaran. Jika di zaman sekarang ini semua serba online, mulai dari bayar listrik hingga shopping maka Komunitas Guru Masa Depan tak juga mau ketinggalan dengan viralnya dunia online. Diklat pun dilakukan secara online yang sungguh membawa manfaat luar biasa bagi kami. Diklat ICT for Professional Teachers “Buku Digital Berbasis Ncesoft Flip Book Maker” merupakan salah satu diklat online yang kesekian kalinya dilaksanakan selama 14 hari terhitung sejak tanggal 18 s/d 31 agustus 2018 oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Balai Insan Cendekia(LPP-BIC) bekerjasama dengan Komunitas Guru Masa Depan. Berkesempatan berada dalam komunitas ini membuatku semakin tergerak untuk menjadikan proses pembelajaran di kelas benar-benar memanfaatkan teknologi yang ada sekaligus mempositifkan pemanfaatan teknologi tersebut.

SUKACITA DIKLAT ONLINE BERSAMA KOMUNITAS GURU MASA DEPAN

By : Rhani Mahrani
Jumat, 24 Agustus 2018
0
Pertunjukan seperti ini memang harus terus digalakkan dalam rangka mengasah bakat dan percaya diri siswa.

Pertunjukan Tari Kreasi Daerah kelas 5 C SD Negeri 5 Model Parepare

By : Rhani Mahrani
Jumat, 26 Januari 2018
0
SD NEGERI 5 MODEL PAREPARE, 11 Januari 2018

LAUNCHING SINAB DAN PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

By : Rhani Mahrani
Rabu, 24 Januari 2018
0
Pembelajaran zaman NOW adalah pembelajaran yang bukan lagi berpusat pada guru tetapi berpusat kepada siswa. Guru zaman NOW berperan sebagai inovator dan fasilitator. Pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang bervariasi, tidak hanya menerapkan satu metode ataupun satu model pembelajaran, namun menggunakan metode dan model yang bervariasi. Sama halnya pembelajaran yang tidak monoton dalam kelas namun juga perlu sekali waktu dilakukan di luar kelas. Kali ini, materi pembelajaran kelas 5 SD Negeri 5 Parepare terkait Ekosistem melaksanakan pembelajaran luar kelas ke hutan Lindung Jompie dengan tujuan pembelajaran "Mengidentifikasi komponen-komponen dan satuan-satuan ekosistem serta hubungan saling ketergantungan antara komponen ekosistem".

OUT BOND LEARNING

By : Rhani Mahrani
Minggu, 17 Desember 2017
0
Materi hari ini adalah membuat cetakan tangan dan menuliskan keterampilan yang dimiliki serta asal daerah orang tua masing-masing. Tujuannya adalah agar peserta didik dapat mengetahui manfaat indahnya keberagaman.

INDAHNYA KEBERAGAMAN KELAS 5 C SD NEGERI 5 PAREPARE

By : Rhani Mahrani
Rabu, 25 Oktober 2017
0
Sungguh hal yang sangat memilukan ketika Undang-Undang Perlindungan Anak di elu-elukan oleh segenap orangtua,namun pada kenyataannya beberapa orangtua malah tak menyadari bahwa yang dilakukannya merupakan pelecehan terhadap substansi Undang-Undang tersebut. Beberapa orangtua dewasa ini hanya menganggap anaknya saja yang perlu mendapatkan perlindungan hukum dan melupakan bahwa semua anak di dunia ini pun perlu mendapatkan perlindungan hukum,terlepas itu adalah anaknya sendiri maupun anak orang lain. Kali ini saya tergerak menulis tentang "Petronasi terhadap peserta didik". Beberapa kali saya diperhadapkan oleh kenyataan yang begitu mengiris kalbu,ketika seorang anak harus selalu dipersalahkan tanpa diberi kesempatan untuk membela diri. Anak,khususnya peserta didik di sekolah merupakan tanggung jawab seorang guru. Hingga kebanyakan orangtua kadang menyalahkan guru ketika terjadi permasalahan di sekolah. Hal itu wajar dan memang seperti itulah konsekuensi dari profesi seorang pendidik. Namun memvonis peserta didik sebagai seorang yang selalu salah itulah yang tidak wajar. Ketika ada seorang peserta didik yang membuat kenakalan berkali-kali,dan ketika suatu saat terjadi kegaduhan lagi,bijakkah kita sebagai seorang guru memvonis si anak tersebut sebagai dalang kegaduhan tersebut?tanpa memberikan kesempatan sang anak untuk memberi kesaksian?inilah yang seringkali tak disadari oleh para orangtua maupun para pendidik. Terkadang kita terlalu mudah meluapkan emosi secara subjektifitas. Hingga akhirnya sang anakpun bingung dan tahu arah kemana untuk sekedar mencari dukungan/perlindungan/petronasi. Anak merupakan anugerah dan amanah yang di berikan Tuhan, agar kita sebagai orang tua mampu menjaga dan merawatnya hingga tumbuh menjadi dewasa dengan penuh kasih sayang, dan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral yang harus kita tunaikan dengan sebaik-baiknya. Negara kita pun menjamin hak-hak anak yang di tuangkan dalam bentuk UU Republik Indonesia Nomor 23 tentang Perlindungan Anak, dan jika kita melanggar dan mengabaikan hak-kah anak seperti yang telah di atur dalam UU Perlindugan Anak akan di berikan sanksi tegas dan tidak ringan. Agar kita mengetahui benar hak-hak anak yang di jamin oleh negara, berikut ini definisi anak berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak No. 32 sebagai berikut: Yang dimaksud dengan anak dalam UU No.23 adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih berada di dalam kandungan. Sedangkan yang di maksud dengan perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan juga hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Dan yang dimaksud dengan Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib di jamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara. Salah satu dari beberapa hak anak adalah “Untuk menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan” Sebagai seorang guru saya sangat menjunjung tinggi tentang hak dan kewajiban sebagai seorang pendidik dan semaksimal mungkin menghargai hak dan kewajiban peserta didik. Termasuk dalam hal "pendapat" mereka. Tak hanya sekedar mengemukakan pendapat,bahkan tak sekali dua kali mereka bahkan mengkritisi apa yang terjadi di sekolah. Diri sayapun tak luput dari kritikan mereka. Bijakkah ketika saya yang notabene sebagai seorang guru marah ketika mereka dengan gamblangnya mengkritisi saya? Tidak!!! Kritikan mereka merupakan bahan untuk saya memperbaiki diri. Dan yang perlu digaris bawahi bahwa tugas seorang gurulah mengarahkan mereka tetap dalam pola santun meskipun dalam wacana mengkritisi.Inilah bentuk demokrasi menurut saya. Dalam diri setiap anak tersimpan potensi yang kadang kita abaikan dan seringkali tak kita pedulikan. Allah menciptakan manusia itu sungguh sangat adil. Tiap manusia telah dititipkan hati dan akal yang sama dan tugas kitalah(orangtua dan guru) yang membentuk hati dan akal itu hingga bisa berfungsi sebagaimana mestinya.Seringkali saya katakan kepada peserta didik bahwa tidak ada anak yang dilahirkan bodoh,yang ada hanyalah anak yang tidak mau memungsikan organ-organ tubuhnya secara optimal dikarenakan kemalasan ataupun ketidakpedulian. Hingga akhirnya pasti akan berdampak ke diri anak itu sendiri. Tidak ada seorang anakpun ketika ditanya "siapa yang mau berhasil?" menjawab "saya". Semua anak ketika ditanya atau di minta memilih antara yang baik dan yang tidak baik pasti memilih yang baik. Itu membuktikan bahwa otak dan hati itu memang diciptakan baik oleh sang maha pencipta.Hingga saya selalu yakin bisa mengembangkan karakter peserta didik menjadi lebih baik dan positif tentunya.Inilah amanah terindah yang dititipkan Allah untuk kita para guru dalam mengemban tugas dan mencari amal jariyah. Membimbing,mendidik dan mengarahkan para tunas bangsa menuju masa depan dengan karakter mulia dan berakhlakul karimah. Tidak ada niat untuk melecehkan pihak-pihak tertentu,melalui tulisan ini saya hanya ingin menggugah jiwa-jiwa mulia para orangtua maupun guru untuk bekerjasama dalam menuntun dan mengarahkan putra-putri bangsa. Marilah dengan sabar dan penuh ketulusan menggali potensi-potensi yang mereka miliki dengan meyakini bahwa semua anak memiliki hati maupun jiwa yang murni lagi baik.

KEMANAKAH PESERTA DIDIK MENCARI PETRONASI?

By : Rhani Mahrani
Sabtu, 21 Oktober 2017
0
Di era yang serba digital ini,SD Negeri 5 pun turut berperan di dalam meningkatkan pelayanan dalam menerima calon siswa baru. Jika dulunya orangtua calon siswa baru harus sibuk kesana kemari mendaftarkan anaknya,kini SD Negeri 5 memudahkan orangtua calon siswa baru,tanpa ke sekolahpun kini sudah bisa mendaftarkan anaknya. Adapun persyaratan pendaftaran calon siswa baru,yakni melampirkan: 1. Fotocopy akta kelahiran 2. Fotocopy ijazah TK 3. Fotocopy piagam penghargaan dari TK bagi yang memiliki
https://sites.google.com/view/psb2017/formulir-online

PENDAFTARAN SISWA CALON SISWA BARU SD NEGERI 5

By : Rhani Mahrani
Kamis, 25 Mei 2017
0

SD NEGERI 5 KOTA PAREPARE DALAM ACARA MILAD UMPAR YANG KE-18

By : Rhani Mahrani
Sabtu, 06 Mei 2017
0
Rasaku.... Ada dalam indahnya kenyamananku. Bersama segala aktifitasku. Bersama siswa-siswaku. Bersama bertumbuh dalam lingkaran membahagiakan mereka. Tiada rasa lelah,jenuh dan jemu. Membuat mereka sukses merupakan motivasi terbesarku. Membuat mereka bahagia memiliki segala kemampuan mereka adalah hal paling membahagiakanku. Kuhanya ingin mereka sukses dunia akhirat.

Indahnya Rasa dalam berbagai aktifitasku

By : Rhani Mahrani
Sabtu, 22 April 2017
0
Apa itu guru pembelajar? Program ini dikembangkan oleh Kemdikbud pasca UKG tahun 2015 lalu. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru. Artinya guru disuruh lagi belajar untuk meningkatkan kompetensinya lewat pelatihan baik berupa tatap muka maupun online. Program guru pembelajar menggunakan 3 metode yakni 1. Tatap Muka (TM) Guru Pembelajar 2. Full Daring atau online penuh 3. Campuran atau kombinasi antara tatap muka dan online (blended)

Guru Pembelajar

By : Rhani Mahrani
Rabu, 19 April 2017
0
Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin". Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan,khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181). Berbicara tentang sosok pemimpin ini,saya maksudkan tentang sosok pemimpin secara umum. Baik itu pemimpin dalam sebuah instansi,perusahaan,maupun pemimpin dalam rumah tangga. karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin; 1. Persuasif_ Persuasif merupakan salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Jika anda handal dalam berbicara untuk mengajak atau mempengaruhi orang lain, maka anda merupakan seorang pemimpin yang baik. Yang terpenting dalam berbicara untuk mempengaruhi atau mengajak orang lain haruslah dengan cara yang baik dan sopan, jangan memaksa. Dalam hal ini,bukan hanya pemimpin di sebuah instansi yang dituntut seperti itu,namun seorang pemimpin dalam rumah tanggapun seyogyanya memiliki karakter seperti ini.Seorang kepala rumah tangga harus bisa berlemah lembut dalam berbicara hingga semua anggota keluarga bisa melakukan kewajiban masing-masing. 2. Menginspirasi_ Seorang pemimpin tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Namun harus bisa menginspirasi orang-orang disekitarnya. Seperti memberikan motivasi, mengajarkan ilmu baru, serta berbagi pengalaman untuk orang-orang di sekitarnya. Sifat tersebut akan membuat orang-orang terinspirasi dengan anda dan mau membantu. 3. Percaya diri_ Jika anda selalu percaya terhadap apa yang anda kerjakan dan yakin bahwa akan berhasil dan hasilnya akan bagus, maka anda merupakan seorang pemimpin yang bagus. Tidak hanya percaya pada diri sendiri, namun anda harus percaya terhadap karyawan-karyawan anda agar mereka lebih semangat untuk mengerjakan pekerjaanya karena merasa telah diberi kepercayaan yang lebih. 4. Berusaha_ Jika anda sedang mengerjakan sebuah pekerjaan haruslah diselesaikan dengan baik. Jika anda menghadapi sebuah masalah haruslah menemukan solusi dari masalah tersebut. Semuanya tergantung dari usaha anda. Seorang pemimpin adalah contoh dari para karyawannya, jika pemimpin selalu berusaha dengan baik, para karyawannya pun akan berusaha dengan baik pula.Jika seorang kepala rumah tangga selalu mencari nafkah dengan cara yang baik dan halal,maka anggota keluarga yang lainnya pun pasti akan baik. 5. Mengendalikan diri_ Seorang pemimpin harus bisa mengendalikan dirinya sendiri. Artinya harus sabar dan tidak emosi ketika menghadapi masalah. Jangan pernah membuat keputusan ketika sedang emosi. Ketika berhadapan dengan masalah cobalah untuk tenang dan berpikir dengan jernih untuk mendapatkan solusi yang terbaik. 6. Karismatik_ Tidak setiap orang memiliki jiwa karismatik. Hanya orang yang bisa menjadi pemimpin saja yang mempunyai sifat karismatik. Orang karismatik akan memiliki aura tersendiri yang membuat orang lain akan menghormatinya. Orang dengan jiwa karismatik biasanya berani mengambil resiko, mau mendengarkan orang lain, dan menghargai lawan bicaranya. 7. Kreatif_ Seorang pemimpin harus mempunyai pemikiran yang lebih luas dari orang lain. Sehingga bisa membuat hal-hal yang belum pernah dibuat oleh orang lain. tidak hanya untuk pekerjaan, seorang pemimpin juga harus memiliki pemikiran yang luas dalam menghadapi masalah agar bisa selalu menemukan solusi.

KARAKTER SEORANG PEMIMPIN

By : Rhani Mahrani
Rabu, 12 April 2017
1
Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP. Dalam teori manajemen, sebagai sistem perencanaan pembelajaran yang baik, kurikulum harus mencakup empat hal. Pertama, hasil akhir pendidikan yang harus dicapai peserta didik (keluaran), dan dirumuskan sebagai kompetensi lulusan. Kedua, kandungan materi yang harus diajarkan kepada, dan dipelajari oleh peserta didik (masukan/standar isi), dalam usaha membentuk kompetensi lulusan yang diinginkan. Ketiga, pelaksanaan pembelajaran (proses, termasuk metodologi pembelajaran sebagai bagian dari standar proses), supaya ketiga kompetensi yang diinginkan terbentuk pada diri peserta didik. Keempat, penilaian kesesuaian proses dan ketercapaian tujuan pembelajaran sedini mungkin untuk memastikan bahwa masukan, proses, dan keluaran tersebut sesuai dengan rencana. Tanpa metodologi pembelajaran yang sesuai, tak akan terbentuk kompetensi yang diharapkan. Sebagai contoh, dalam Kurikulum 2013, kompetensi lulusan dalam ranah keterampilan untuk SD dirumuskan sebagai “memiliki (melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta) kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif, dalam ranah konkret dan abstrak, sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya.” Kompetensi semacam ini tak akan tercapai bila pengertian kurikulum diartikan sempit, tak termasuk metodologi pembelajaran. Proses pembentukan kompetensi itu, sudah dirumuskan dengan baik melalui kajian para peneliti, dan akhirnya diterima luas sebagai suatu taksonomi. Sungguh ini semua merupakan upaya pemerintah yang super dahsyatnya demi membina dan menuntun karakter anak didik ke arah yang lebih bermanfaat.Hal ini juga sangat membantu menumbuhkan semangat dan antusias anak didik serta guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 ini, bahkan orangtuapun dilibatkan.Inilah yang sebenarnya diharapkan dari hakikat pendidikan,dimana seluruh stakeholder pendidikan bisa berkolaborasi dengan baik. 1 yang pasti bahwa kurikulum ini bisa membawa putra-putri bangsa ke arah yang lebih baik lagi. Kurikulum 2013 ini bisa membawa putra-putri bangsa ke dalam karakter yang lebih bersahaja.Jika seluruh pihak yang terlibat mau peduli terhadap pendidikan anak-anak bangsa. Untuk itu, mari kita bergenggaman tangan menciptakan suasana sekondusif mungkin demi terimplementasikannya kurikulum ini. KURIKULUM 2013....

KURIKULUM 2013

By : Rhani Mahrani
Senin, 21 April 2014
0
Kurikulum 2013 dirancang dengan tujuan untuk mempersiapkan insan Indonesia supaya memilki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang beriman,produktif,kreatif,inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat,berbangsa,bernegara dan peradaban dunia. A. LANDASAN KURIKULUM 2013 Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan kurikulum baru, landasan filosofis, landasan teoritik dan landasarn empirik. Landasan yuridis merupakan ketentuan hukum yang dijadikan dasar untuk pengembangan kurikulum dan yang mengharuskan adanya pengembangan kurikulum baru. Landasan filosofis adalah landasan yang mengarahkan kurikulum kepada manusia apa yang akan dihasilkan kurikulum. Landasan teoritik memberikan dasar-dasar teoritik pengembangan kurikulum sebagai dokumen dan proses. Landasan empirik memberikan arahan berdasarkan pelaksanaan kurikulum yang sedang berlaku di lapangan. B. KARAKTERISTIK KURIKULUM 2013 Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi, oleh karena itu pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari SKL(Standar Kompetensi Lulusan). Demikian pula penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian kompetensi. Keberhasilan kurikulum diartikan sebagai pencapaian kompetensi yang dirancang dalam kurikulum. C. PROSES PEMBELAJARAN Proses pembelajaran dikembangkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif melalui kegiatan mngamati,menanya,menalar,mencoba,mengolah,menyajikan,menyimpulkan,dan mengkomunikasikan, disebUt dengan pendekatan SCIENTIFIC. Kemudian Kegiatan pembelajaran dilakukan secara tematik,menghubungkan dan memadukan antara 1 mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya dengan menggunakan konsep penilaian autentik(pengukuran yg bermakna secara signifikan atas hasil belajar siswa u/ ranah sikap,keterampilan,dan pengetahuan.

KERANGKA DASAR KURIKULUM 2013

By : Rhani Mahrani
Minggu, 14 Juli 2013
0
Indahnya kebersamaan dengan keluarga baruku.....

PPG Dalam Jabatan 2011-2012

By : Rhani Mahrani
Senin, 12 Maret 2012
0

- Copyright © Rhani Mahrani - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -